Motor injeksi merupakan teknologi yang semakin banyak digunakan oleh produsen sepeda motor. Dengan sistem injeksi, bahan bakar dapat disemprotkan ke ruang bakar dengan lebih presisi dan efisien. Namun, sistem injeksi juga memiliki beberapa masalah yang bisa mengganggu kinerja mesin motor.
Salah satu masalah yang sering terjadi adalah lampu indikator injeksi atau Malfunction Indicator Lamp (MIL) yang menyala terus. Lampu ini berfungsi untuk memberitahu pengendara jika ada kerusakan pada sistem injeksi atau komponen lain yang berhubungan dengan Electronic Control Unit (ECU). ECU adalah otak dari sistem injeksi yang mengatur pengiriman bahan bakar, pengapian, dan sensor-sensor lainnya.
Jika lampu indikator injeksi menyala terus, artinya ada kerusakan yang terjadi pada mesin motor. Kerusakan itu bisa terjadi pada aki (baterai) yang mulai tekor, sensor yang tidak terbaca ECU, ECU rusak, kabel speedometer putus, dan lain sebagainya . Kerusakan ini bisa menyebabkan mesin motor menjadi mati atau tidak bisa dihidupkan.
Untuk mengatasi masalah ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, antara lain:
- Memeriksa kondisi aki dan menggantinya jika sudah lemah atau habis.
- Memeriksa kabel-kabel yang terhubung dengan ECU dan sensor-sensor lainnya, dan memastikan tidak ada yang putus atau kendor.
- Memeriksa kode kesalahan yang ditampilkan oleh lampu indikator injeksi dengan cara menghitung jumlah kedipannya. Setiap kode kesalahan memiliki arti yang berbeda, dan bisa dilihat di buku manual atau website resmi produsen motor.
- Membawa motor ke bengkel resmi atau yang memiliki alat scanner untuk mendiagnosis dan memperbaiki kerusakan yang terjadi pada sistem injeksi.